Assalamu'alaikum wr. wb.
Alhamdulillahirabbil 'alamiin.. masih diberi kesempatan untuk mengetik.. dan bagi yang ngebaca juga alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk membaca iya kan? :D
Allahumma shalli 'ala muhammad wa 'alaa alii syayyidina muhammad..
Malam minggu kemarin tanggal 16-17 Maret 2013, syifa ikutan mabit di mesjid An Nuur Biofarma..
biasa nya saya bareng sama Shifa Karima Hayati, adik kelas saya di smp.. :) for the first time, mabit kali ini saya ditemani oleh sahabat yaitu Izzah RY.. dibawah ini sedikit materi yang saya serap :D eh bukan bukan, tetapi yang saya tulis.. :D
Monday, March 18, 2013
Wednesday, February 6, 2013
Bidadari ‘Ainun Mardiyyah
Bismillahirrahmaanirrahiim..
Hari Sabtu 2 Februari 2013 kemarin
syifa dapat cerita menarik dari guru tahsin syifa...
Cerita itu mengenai syuhada,
pesan di awal mungkin ini dapat menyemangati suami kita (padahal didalam kelas
hanya satu orang yang sudah berkeluarga) :D ya tak masalah itu mah..
Suatu hari ketika akan berperang,
sahabat berkumpul tiba tiba ada seorang
yang datang dengan berkata “ Aku ingin segera bertemu dengan bidadari bermata
jeli” ia mengucapkan kalimat itu secara terus menerus sampai sahabat yang lain
itu merasa aneh..
Saturday, February 2, 2013
Saturday, January 26, 2013
Cinta Abadiku #6
Hari itu tepat seminggu
setelah lamaran, kami siap menjawab, ibu memasak banyak, ketika itu jam di dinding berdentang teng teng 2 kali
menandakan pukul 2 siang.
-kring… kring.. kring..- telepon rumah berdering tak tahu mengapa rasanya
hatiku berdetak lebih cepat, Astaghfirullah..
“Assalamu’alaikum..”
“Wa’alaikum salam”
Cinta Abadiku #5
Semenjak hari itu aku
kehilangan dirinya, ya, ia tak pernah mengsms ku, ataupun mengerjakan tugas
bersama, karena ia sudah lulus, aku sedang menginjak tahun ke 4.. Sebenarnya
hampir setiap dosen berkata padaku, ayo Tyas cepet
lulus, apa yang kamu tunggu.. Tapi aku tak mau, aku
pikir mengakhiri kuliah adalah sebuah pilihan kehidupan yang akan lebih
kompleks..
Short Message Service
“Assalamu’alaikum, Tyas, ada kabar
baik, ada yang mau ta’aruf,
gimana?” pesan dari Murabbiku.
“Waalaikum
salam, alhamdulillah, boleh teh insyaAllah trus gimana?”
“Tyas
maunya gimana?”
“Pengennya
langsung aja ketemu orang tua Tyas
teh.”
“Yaudah
teteh kasih alamat langsung aja ya”
“Silahkan
teh, eh teh, suruh nelpon ke ibu dulu”
“iya iya”.
“De, hari ini ada yang
ingin berkenalan denganmu” ujar ummi.
“Ta’aruf?”
“Iya”
“Ummi tahu gak siapa orangnya?”
“Tahu”
“Siapa mi?”
“Rahasia”
“Ya ummi kan aku yang mau ta’arufnya”
“Lihat aja nanti”
Di
malam hari
“ Tenong tenong Assalamu’alaikum”
“Wa’alaikum salam”
“De, buka” kata Ummi
“Gak mau ah ade malu”
“Yaudah”
“Silahkan masuk”
“Udah kali ke2 ya bu, kami
kesini” ujar Ibu Yosuf
“Yusuf?” ucapku lirih.
Cinta Abadiku #4
-Tiba pada bulan Yosuf dan Afian sidang.-
“Yas, besok aku sidang, kamu bisa lihat kan?” ajak Yosuf.
“Subhanallah besok???
Afwan, aku ada kuliah penuh dari jam 7-12 , jam 14-17”
“yaudah deh..” ujar Yosuf,
kecewa.
“Maaf
ya” ucapku
Di Kantin
“Yas Afian sidang tuh, ikut ga?” tanya Mulki.
“Gak bisa kita kan padet mul, Yosuf juga besok loh”
“Iya sih tapi kan kita bisa bolos, ah udah pastilah dia mah.” Jawab Mulki
“Hey, ngapain kita ngorbanin diri sendiri?? Gak gituh juga kali”
“Yas, lo dipanggil Pak Teddy” ucap Aristi yang dari tadi ditunggu.
“Hah?? Kenapa ya?” ujarku
kaget.
“Gak tahu” jawab Aristi.
“Eh yas dia tuh siapa kamu sih kok perhatian banget?” tanya Mulki dengan wajah penasaran.
“Iya gituh? Gak ah, biasa aja kali, dia tuh ayahnya Yosuf”
“Hah? Seriusan??” ucap Mulki
kaget.
“Iya” balasku.
“Wah jangan - jangan lo mau dilamar yas?” tanya Mulki
“Sssstt.. Ngaco!” sanggahku.
“Kalian berdua mau ikut kagak?”
tanyaku.
“Iya mau” Mulki dan Aristi kompak.
Tyas masuk ke ruang
dosen sendirian sementara Mulki dan Aristi menunggu dengan setia diluar.
“Tyas, kamu tahu besok ada apa?” tanya Pak Teddy.
“Mengenai
sidang pak?” balasku.
“Ya
benar. Besok kamu tak usah masuk, besok saya tugaskan kamu
untuk seminar skripsi yang pertama dengan melihat para presenter sidang besok!”
“Wah, tapi saya belum mengajukan proposal sidang pak”
“Iya makanya besok yang pertama, klo gak saya sulit untuk mempermudah kamu
sidang”
“Tapi saya besok penuh pak”
“Ada ujian gak?”
“Gak ada sih pak”
“Kamu itu pinter, catetan biar lihat sama yang lain aja.”
“Makasih pak, mmmhh kalau Mulki dan Aristi ikut boleh pak?”
“Boleh”
“Ok, makasih banyak pak”
“Gimana gimana yas??” todong Mulki.
“Pak teddy nyuruh kita seminar pertama untuk sidang besok”
“Kita??” tanya Mulki dan Aristi
serempak.
“Aku sih, tapi aku minta kalian ikut juga, dan boleh”
“Waah asyiikk niih” seru Aristi.
“Besok sekalian ngeliat Afian dong??” ujar Mulki.
“Apa sih Mul, jangan gituh ah jaga pandangannya dimana?” sanggahku.
Cinta Abadiku #3
“Asalam’alaikum.. ummi”
“Wa’alaikum
salam, de, kapan pulang? Cepet pulang siap - siap ada yang mau ngelamar cepet ya, mamah lagi
sibuk nih.” “Tuut.. tuut... tuut”.
“Aku belum juga ngomong“
ummi udah bawel dan
menutup teleponnya. “Aku harus segera pulang!”
Di rumah terlihat ummi yang sedang sibuk memasak.
“Assalammu’alaikum.. Ummi”, sapaku.
“Wa’alaikum
salam ade cepet mandi pake bajunya, yang ummi udah siapin, cepet.”,perintah ummi.
“Mi,
tapi ade gak tahu dia mau ngelamar dan ade juga gak tahu kalo dia nonmuslim”
Wajah ummi pucat tak berbinar seperti sebelumnya.
“Apa? Dia nonmuslim? kok kamu gak ngasih tahu ummi? Padahal ummi punya feeling yang kuat sama dia.” tanya ummi heran.
“Ade gak tahu dia mau ngelamar.” belaku.
“Yaudah mau gak mau harus ditolak ya de?” ucap ummi dengan tegas.
“Ya, insyaAllah” aku mengangguk
Di malam hari
“Tenong tenong assalamu”alaikum”
-Sengaja aku yang membuka-
“Yosuf??” lalu aku bersalaman jauh dengan mereka.
“Pak Teddy??” aku heran
melihat Pak Teddy bersama Yosuf.
“Ini papah aku” ucap Yosuf.
“Silakan masuk”
Mereka duduk, dan langsung di sambut oleh ayah.
“Bismillahirrahmaanirrahiim,
Alhamdulillahi rabbil ‘alamiin puji syukur kehadirat Allah ta‘ala yang telah mempertemukan kita semua disini,
shalawat serta salam, semoga selalu dilimpah curahkan kepada Rasulullah saw.
Kepada para sahabat hingga ummat akhir zaman. Senang sekali kami kedatangan
tamu agung di rumah sederhana kami ini Bapak Prof. DR. Teddy Ruslan, S.T, M.T, MBA beserta keluarga, kami memohon maaf
jika jamuan kami tak sempurna. Semoga pertemuan kita hari ini menjadi ajang
silaturahim yang membuat Allah swt. ridho.aamiin. Sekian sambutan dari kami. Untuk selanjutkan dengan
segala hormat kami mempersilakan agar bapak dan keluarga menyampaikan maksud
dan tujuannya.” Sambut Ayah.
“Terima kasih Bapak Haris dan keluarga yang telah menyambut kami
dengan baik. Maksud kedatangan kami kesini adalah niat baik putra kedua kami yang sudah tak terbendung lagi, namanya Yosuf,
anak kami ini ingin melamar putri bapak dan ibu, dan insya Allah bersedia melaksanakan semua tata laksana untuk
pelamaran dalam syariat Islam” ucap
Pak Teddy.
“Bagaimana kalo kita berkenalan terlebih dahulu? dipersilakan dari pihak
laki-laki terlebih dahulu.” Ujar ayah yang menjadi
waliku sekaligus menjadi moderator.
“Nama saya Yosuf Fauzi Mikail, lahir di Bandung pada tanggal 12 Oktober 1982 ,
saya anak ke 2 dari 4 bersaudara, ayah saya beragama Islam, sementara ibu saya
Kristen Koptik dan saya ikut bersama ibu saya, saudara perempuan saya semuanya
muslim dan saudara laki-laki saya Kristen saya bersedia melangsungkan lamaran, hingga
pernikahan secara Islam, sekarang saya sedang mengerjakan tugas akhir saya pada fakultas dan jurusan yang sama dengan Tyas
yaitu Fakultas Teknik Informatika dengan jurusan Teknik Informatika, untuk saat ini saya
bekerja di IT consulting milik PT. Shinwa sebagai IT consultant. Sekian jika
ada yang ingin ditanyakan dipersilakan” terang Yosuf.
“Alhamdulillah dari
pihak laki – laki sudah menyampaikan informasi sekarang, dari pihak perempuan yang
akan diwakili oleh saya” ucap Ayah
“Nama putri bungsu kami adalah Tyas Khoerunnisa, lahir tgl 4 Juli 1983 ,
keluarga kami semuanya muslim, dalam memilih menantu sebagai muslim yang taat, mohon maaf taat
berbeda dengan fanatik ya, kami diwajibkan melihat laki-laki dari keimanannya
karena akan membimbing anak kami nanti ke jalan yang sesuai dengan kami yaitu Islam” semua hening dan nampak
kekecewaan dari wajah Yosuf.
Untuk jawaban kami persilahkan kepada ananda Tyas.
“Bismillahirrahmaanirrahiim, yang saya hormati keluarga besar Pak
Teddy, terima kasih atas kehadiran bapak khususnya dan keluarga di rumah
kami tercinta. Ini sebagai pilihan yang sulit bagi saya dan keluarga. Saya
sangat terkejut ketika tahu Yosuf akan melamar, padahal tadi siang kami masih mengerjakan tugas
bersama. Dengan sangat berat hati, izinkan saya untuk menolak lamaran ini,
alasannya karena kami tidak dalam satu keyakinan, saya mengharapkan pemimpin
saya nanti yang dapat menuntun saya dalam syariat Islam, karena saya masih
harus dan memang harus dituntun dalam syariat Islam sesuai dengan perintah
dalam keyakinan kami..” tak kuasa air
mata ini mengalir.
“Tapi kenapa? Ayah dan ibu bisa kok menikah!” Sanggah Yosuf tak
terima.
“Itu lain permasalahannya, dalam Islam laki – laki diperbolehkan
menikah dengan agama samawi (yang
memiliki kitab dari Allah) dengan maksud agar dapat membawa keluarga
mereka ke dalam Islam” jawab ayah “Mohon maaf, bukan maksud menggurui, namun itulah kenyataanya”
Mereka langsung terburu -
buru ingin pulang “kalo begitu kami pamit” izin ibu Yosuf terburu – buru.
“Tidak boleh, sebelum makan tidak boleh ada yang pergi” ucap
ummi sedikit memaksa.
“Tidak, tidak usah kami sudah kenyang” sanggah ibu Yosuf.
“Ayolah bu, masakan sudah terhidang” ajak ummi.
“Yosuf, makan dulu ya? Please” bujukku.
“Ayo mom, makan dulu” ajak Yosuf.
“Yasudah” jawab ibu Yosuf
sedikit terpaksa.
Saat makan terjadi obrolan - obrolan menarik.
“Tante, Tyas tuh klo disekolah cerewet banget loh tan” ledek Yosuf.
“Oh iya? padahal dirumah mah pendiem sampe - sampe rumah sepi klo gak ada dia” balas mamah meledekku.
“Hahaha” serentak mereka tertawa.
“Walaupun cerewet tapi kamu pengen sekelompok sama Tyas terus kan!” bela Pak Teddy.
“Oooh jadi Yosuf yang minta pak?” tanyaku ingin tahu.
“Iya yas, dia yang maksa”
bongkar Pak Teddy.
“Papah, jangan buka rahasia dong” ucap Yosuf malu.
“Hahaha” semua menertawakan Yosuf yang seperti anak kecil membujuk ayahnya.
“Tante, enak masakannya”
puji Yosuf.
“Alhamdulillah” jawab Ummi malu.
“Ya kita pamit pulang ya, biasa SMP (Sudah Makan Pulang)” izin Yosuf pamit.
“Iya silahkan, sering-sering mampir ya Yos, nanti tante masak yang
enak-enak” jawab ummi.
“iya siap tante, kapan – kapan ya tan” balas Yosuf dengan semangat.
***
Di
meja tengah Tyas sedang mengerjakan tugas LDK berupa Blog untuk pendaftaran
acara terbaru mereka, di samping kanan terlihat Mulki dan Aristi sedang asyik
bermain games baru buatan Tyas yang membuat mereka tak merespon sekitar. Tiba –
tiba Afian datang menghampiri.
“Assalamu’alaikum. Yas, gimana tadi malem?”
tanyanya.
“Wa’alaikum salam. Astaghfirullah. Afian, aku kaget, maksudnya?” tanyaku.
“Ditolak atau diterima?”
tanyanya dengan penasaran.
“Ditolak” balasku.
“Trus gimana?” tanyanya.
“Gak gimana – gimana”
jawabku.
“Hey kalian lagi apa nih? Yas, kamu lagi ngerjain apa?” sambung Yosuf
tiba – tiba.
“Ini tugas LDK, mau bantu?”
tawarku.
“Boleh – boleh” jawabnya
dengan semangat.
“Kamu punya template yang bagus tapi simple gak? Kira – kira untuk ini
yang cocok yang gimana ya??” Tanyaku.
“Oh nih, coba lihat – lihat template yang aku punya” tawarnya.
“Waah keren - keren yang ini boleh nih”
“Yas, klo syarat masuk Islam tuh apa?”
“Mengucap 2 kalimat syahadat”
“Trus itu kayak gimana?”
“Asyhadu Allaa ilaaha illallah wa asyahadu anna muhammadarrasuulullah”
“Kamu berharap aku masuk Islam gak sih?”
“Mau aku harapkan atau enggak, hidayah itu datengnya dari Allah, Allah
lah yang dengan mudah memberi hidayah pada makhluknya, aku tak berharap kamu masuk
Islam, karena Aqidah itu datangnya dari hati, jika aku memaksa hanya akan
berakhir kecewa”
“Ooh..”
“Aku pergi dulu ya” ucap Afian.
“Eh jangan, kamu emang tega ninggalin kita??” tolakku.
“Tega aja, lagi” jawab Afian.
“Afian, ayolah temenin kita sebentar saja” bujukku.
“Iya deh” jawabnya sedikit
terpaksa.
“Oh ya, aku mau ke belakang dulu, fian, tolong lanjutin ya” pintaku.
Selama Tyas ke belakang
untuk mencari arsip – arsip, Afian dan Yosuf berbincang – bincang.
“Kamu suka sama Tyas ya?”
tanya Yosuf.
“Kok kamu nanya gituh?”
jawab Afian.
“Ya mungkin kalo tadi malem kamu yang ngelamar, kamu langsung
diterima, kamu kan baik, pinter, bisa nuntun dia lagi ke jalan Islam pokoknya perfect deh”
“Oh ya tadi malem gimana?”
tanya Afian penasaran.
“Aku ditolak, soalnya kita gak sefaham” jawab Yosuf dengan nada sedih.
“Oh ya? trus keluarga kamu gimana?” tanya Afian.
“Mereka sih udah bilang sebelumnya harus siap ditolak karena masalah
keyakinan jadi pas pulang juga biasa aja.” Ujar Yosuf dengan gembira.
“Bagus kalo gituh, aku takutnya kamu ngedrop” ujar Afian, khawatir.
“Eh ajari aku Islam dong”
pinta Yosuf dengan semangat.
“Kamu mau masuk Islam?”
tanya Afian dengan senang.
“Gak juga sih, cuma makin penasaran aja” sanggah Yosuf.
“Oh yaudah boleh – boleh” Afian
menyetujui dengan semangat.
“Hey, kalian ada kelas gak? Aku ada nih, tugasnya lanjut nanti aja ya
fian?” ucapku.”
“Iya, ayo kita bareng – bareng ajak mereka tuh main terus” jawab Afian.
“Mulki, Aris ayoo!!”
ajakku.
“Ah yas, lo gak rame banget sih ini lagi konflik nya, lagi rame –
ramenya!” sanggah Mulki.
“Hey, dosen killer sekarang!” ucap Yosuf.
“Iya, cepet mul!” Aristi mengajak sambil melotot.
“kayaknya killeran kamu deh ris” celetuk Mulki.
“hahaha” semua tertawa.
Subscribe to:
Posts (Atom)
Pejuang Garis Dua PCOS FIGHTER Tahun ke-5 part 2 Diet untuk PCOS
Cerita HSG dan test hormonku. Saat akan HSG dan test hormon ini, aku sedang depresi... MasyaAllah... Aku sedang dihadapkan dengan harus be...
-
Pengalaman pertama ngasprak, sungguh menjadi asdos pti itu cita - cita aku semenjak masuk di ilkom looh.. tapi tidak berhasil pada seleksi...
-
” Ya Alloh hamba memohon agaar Tuhan memillihkan mana yg baik menurut Engkau ya Alloh, dan hamba memohon Tuhan memberikan kepastian dg k...
-
Bismillah Gaskeun lah lanjut lagi semangat nih dan seneng bernostalgia gini... 2020 2020 tahun covid masuk di Indonesia, akhirnya aku ada d...